Kamis, 05 Juni 2014

Varises pada Vagina



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pada dasarnya varises atau varikose adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) dan berliku-liku yang menonjol dipermukaan kulit. Peregangan pembuluh darah ini terjadi karena besarnya tekanan di dalamnya sehingga menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi lemah dan mudah teregang.
Varises vagina adalah pembuluh darah yang terlihat menggembung di dinding vagina atau terasa menggembung di dalam vagina itu sendiri. varises vulva adalah tonjolan vena yang melalui kulit vulva atau "bibir" vagina baik kulit atau mukosa di pintu masuk vagina. Kadang-kadang varises vagina / vulva bisa sangat besar, membuat kulit vulva terlihat sangat abnormal. Pada umumnya varises tidak menyebabkan gejala yang terlihat hanyalah penonjolan pembuluh darah di bawah kulit atau mukosa. Pada varises vagina, pelebaran pembuluh darah akan terlihat di bawah lapisan selaput lendir vagina. Pada sebagian penderita varises, terutama varises pada kaki, kaki akan terasa berat, lelah dan nyeri yang bertambah apabila ia banyak berdiri atau duduk. Gatal-gatal atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan juga merupakan ciri-ciri varises.
Pada kebanyakan wanita hamil yang mengalami varises vagina, persalinan normal masih dapat dilakukan, kecuali pada varises vagina yang sangat berat, dokter akan menganjurkan operasi sesar. Dokter akan dapat mengetahuinya ketika memeriksa panggul saat kehamilan atau pemeriksaan persalinan. Setelah persalinan, dengan sendirinya varises akan mengecil dan seringnya tidak mengganggu lagi. Apabila ibu hamil lagi, pada umumnya varises akan datang kembali.
Pendarahan karena varises vagina, pada umumnya terjadi saat persalinan karena pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma/laserasi jalan pada saat bayi lahir. Sangat jarang perdarahan akibat varises biasanya terjadi lama setelah persalinan
kebanyakan dari penderita varises adalah wanita, terutama mereka yang dalam kesahariannya banyak berdiri dan sering menggunakan sepatu hak tinggi saat beraktivitas. Kondisi tersebut ternyata merupakan cikal bakal terjadinya varises. Selain itu, wanita cenderung lebih rentan menderita varises ketimbang laki-laki. Pada pria varises kaki jarang terjadi karena kondisi otot tonus pria secara alami lebih kuat dibandingkan dengan wanita. Bila dibandingkan dengan pria, wanita berpeluang lima kali lebih besar. Hal ini disebabkan oleh lemahnya kontraksi vena dan juga karena wanita memiliki kulit yang lebih lunak. Penyebab lainnya, lantaran penggunaan sepatu berhak tinggi, kelebihan berat badan dan penggunaan kontrasepsi oral. Kehamilan, proses persalinan, atau sering mengangkat beban berat juga mengakibatkan peningkatan tekanan pada vena di bawah tubuh. Pembesaran rahim akan menekan pembuluh darah dan menambah beban pada kaki. Sirkulasi darah tidak lancar, dan cenderung terjadi pembendungan di kaki, vagina, atau dubur. Adanya pengaruh hormonal menyebabkan melemahnya otot dinding pembuluh darah. Inilah yang kemudian mendorong terjadinya varises pada wanita hamil.

B. RUMUSAN MASALAH
-          Menjelaskan tentang varises vulva
-          Gejala-gejala varises vulva
-          Pengaruh varises vulva pada proses persalinan
-          Tindakan pencegahan dan pengobatan

C. TUJUAN
-          Mengetahui apa varises vulva
-          Mengetahui gejala, tanda, serta faktor resiko varises vulva
-          Mengetahui pencegahan dan penanganan varises vulva


BAB II
PEMBAHASAN

Varises adalah pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) yang melebar dan berkelok atau melingkar akibat kelamin katup dalam pembuluh dara tersebut. Biasanya varises terjadi pada tangan dan kaki, namun pada beberapa orang dapat terjadi ditempat – tempat lain seperti pada lambung, rektum (usus besar dekat anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kemaluan). Gatal – gatal atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan adalah ciri - ciri varises yang paling mudah di kenali.
Varises vagina adalah pembuluh darah yang terlihat menggembung di dinding vagina atau terasa menggembung di dalam vagina itu sendiri. varises vulva adalah tonjolan vena yang melalui kulit vulva atau "bibir" vagina baik kulit atau mukosa di pintu masuk vagina. Kadang-kadang varises vagina / vulva bisa sangat besar, membuat kulit vulva terlihat sangat abnormal. Pada umumnya varises tidak menyebabkan gejala yang terlihat hanyalah penonjolan pembuluh darah di bawah kulit atau mukosa. Pada varises vagina, pelebaran pembuluh darah akan terlihat di bawah lapisan selaput lendir vagina. Pada sebagian penderita varises, terutama varises pada kaki, kaki akan terasa berat, lelah dan nyeri yang bertambah apabila ia banyak berdiri atau duduk. Gatal-gatal atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan juga merupakan ciri-ciri varises.

GEJALA VARISES VULVA
Biasanya si ibu atau dokter mendeteksi dengana cara meraba vulva, jika terasa ada tonjolan maka bisa dipastikan ibu hamil mengalami varises vulva. Ibu hamil mengeluh cepat lelah dan pusat. Pada umumnya varises tidak menyebabkan gejala yang terlihat hanyalah penonjolan pembuluh darah di bawah kulit atau mukosa. Pada varises vagina, pelebaran pembuluh darah akan terlihat di bawah lapisan selaput lendir vagina. Pada sebagian penderita varises, terutama varises pada kaki, kaki akan terasa berat, lelah dan nyeri yang bertambah apabila ia banyak berdiri atau duduk. Gatal-gatal atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan juga merupakan gejala varises.

FAKTOR RESIKO
Ada banyak resiko (bukan penyebab) yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadi varises selama kehamilan yaitu faktor keturunan, kegemukan (obesitas), sikap tubuh yang salah misalnya terlalu lama duduk atau lama berdiri, penggunaan pil KB atau pengobatan dengan estrogen, pemilihan pakaian hamil yang salah, misalnya terlalu ketat, hamil lebih dari dua kali serta kehamilan diatas usia 40 tahun.
Varises di vagina dan rahim beresiko terjadinya robekan pada saat persalinan. Dalam hal ini tindakan pembedahan perlu dipikirkan untuk menghindari terjadinya resiko perdarahan. Dengan kata lain dapat membahayakan yang menyebabkan kematian ibu.
Berujung Kematian Komplikasi varises yang sering terjadi adalah gangguan pada kulit, diawali dengan rasa gatal, kelainan berupa kulit kehitaman seperti eksim, dan timbul ulkus (luka terbuka) pada permukaan kulit.Meski jarang terjadi, varises juga bisa berbahaya. Bila ada bekuan darah yang lepas, kemudian terbawa aliran darah ke jantung dan paru, jiwa bisa terancam. Komplikasi lain yang lebih sering terjadi adalah vena pecah, tapi biasanya tidak mengakibatkan kematian sebagaimana pecahnya pembuluh nadi.

 PENGARUH PADA PROSES PERSALINAN
Ibu hamil yang mengalami varises vulva / vagina, masih dapat melalui persalinan normal. Namun apabila varises pada vulva / vaginan yang di derita cukup berat, biasanya dokter menyarankan tindakan operasi sesar untuk meminimalisirkan resiko pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma / laserasi jalan pada saat bayi lahir. Varises vulva / vagina jika lambat terdeteksi dapat mengakibatkan perdarahan yang menyebabkan kematian si ibu.

TINDAKAN PENCEGAHAN
Hingga ini belum ada alat khusus untuk mencegah varises vulva pada ibu hamil. Namun bila ibu hamil rajin mengangkat kaki dengan cara menaruhnya diatas bantal kala tidur – tiduran, sedikit banyak bisa membantu memperlancar aliran darah. Cara ini terbukti dapat mengurangi beban yang harus ditopang kaki. Hindari penggunaan sepatu, sebaiknya dengan hak maksimal 2 cm agar aliran darah tak terlambat. Kemudian saat tidur, usahakan jangan berbaring hanya dalam satu posisi untuk menghindari tekanan pada pembuluh darah disatu tempat.

PENGOBATAN
Suntikan dengan obat – obat yang menyumbat pembuluh darah tidak dianjurkan dalam kehamilan. Dapat pula diberikan obat – obat untuk mencegah membesarnya varises. Obat – obat yang sering dipakai ialah, venoruton, dan glyvernol.

KIAT JITU TERHINDAR VARISES
Menurut sebuah hasil penelitian yang dilakukan Framingham Heart Study saat mengamati kebiasaan hidup masyarakat Massachusetts menyatakan bahwa faktor resiko varises sama besarnya dengan penyakit jantung. Untuk itu, tidak ada salahnya jika Anda mencoba beberapa tips berikut ini:
Ö   Lakukan olah raga secara teratur. Seperti bersepeda, berenang dan berjalan kaki.
Ö   Tetap menjaga berat badan agar senantiasa seimbang dan ideal dan hindari obesitas.
Ö   Kurangi penggunaan sepatu dengan hak tinggi
Ö   Hindari pemakaian pakaian dalam ketat sehingga vena terjepit.
Ö   Mengkonsumsi vitamin C dan E sesuai anjuran dokter.
Ö   Untuk mengurangi resiko varises, Anda di anjurkan menggunakan medical stocking selama beraktivitas atau saat berolahraga

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Varises adalah pembuluh darah balik di kulit atau mukosa yamg melebar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah. Tanda dan gejala dari varises vulva di dapat dari data subjektif atau objektif .
Obat- obatan yang dapat di berikan untuk mencegah membesarnya varises, yaitu Venoruton, Varemoid, dan Glyvernol.

B.     SARAN DAN KRITIK
Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari para pembaca guna meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA
- Wiknjosastro,Hanifa.2002.Ilmu Kebidanan.Jakarta:YayasanBinaPustaka Sarwono Prawirohardjo
-   - Obstetri dan GinekologiFakultasKedokteran Pajadjaran Bandung. 1984. obstetri Patologi. ELSTAR OFFSET:Bandung
         - http : //www.Conectique.com/tips-solution/pregnancy/article. 
     - www.wikipedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar