BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pada dasarnya varises
atau varikose adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) dan berliku-liku
yang menonjol dipermukaan kulit. Peregangan pembuluh darah ini terjadi karena
besarnya tekanan di dalamnya sehingga menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi
lemah dan mudah teregang.
Varises vagina adalah
pembuluh darah yang terlihat menggembung di dinding vagina atau terasa
menggembung di dalam vagina itu sendiri. varises vulva adalah tonjolan vena
yang melalui kulit vulva atau "bibir" vagina baik kulit atau mukosa
di pintu masuk vagina. Kadang-kadang varises vagina / vulva bisa sangat besar,
membuat kulit vulva terlihat sangat abnormal. Pada umumnya varises tidak
menyebabkan gejala yang terlihat hanyalah penonjolan pembuluh darah di bawah
kulit atau mukosa. Pada varises vagina, pelebaran pembuluh darah akan terlihat
di bawah lapisan selaput lendir vagina. Pada sebagian penderita varises,
terutama varises pada kaki, kaki akan terasa berat, lelah dan nyeri yang
bertambah apabila ia banyak berdiri atau duduk. Gatal-gatal atau perubahan
warna kulit menjadi kebiruan juga merupakan ciri-ciri varises.
Pada kebanyakan wanita
hamil yang mengalami varises vagina, persalinan normal masih dapat dilakukan,
kecuali pada varises vagina yang sangat berat, dokter akan menganjurkan operasi
sesar. Dokter akan dapat mengetahuinya ketika memeriksa panggul saat kehamilan
atau pemeriksaan persalinan. Setelah persalinan, dengan sendirinya varises akan
mengecil dan seringnya tidak mengganggu lagi. Apabila ibu hamil lagi, pada
umumnya varises akan datang kembali.
Pendarahan karena
varises vagina, pada umumnya terjadi saat persalinan karena pecahnya dinding
pembuluh darah akibat trauma/laserasi jalan pada saat bayi lahir. Sangat jarang
perdarahan akibat varises biasanya terjadi lama setelah persalinan
kebanyakan dari
penderita varises adalah wanita, terutama mereka yang dalam kesahariannya
banyak berdiri dan sering menggunakan sepatu hak tinggi saat beraktivitas.
Kondisi tersebut ternyata merupakan cikal bakal terjadinya varises. Selain itu,
wanita cenderung lebih rentan menderita varises ketimbang laki-laki. Pada pria
varises kaki jarang terjadi karena kondisi otot tonus pria secara alami lebih
kuat dibandingkan dengan wanita. Bila dibandingkan dengan pria, wanita
berpeluang lima kali lebih besar. Hal ini disebabkan oleh lemahnya kontraksi
vena dan juga karena wanita memiliki kulit yang lebih lunak. Penyebab lainnya,
lantaran penggunaan sepatu berhak tinggi, kelebihan berat badan dan penggunaan
kontrasepsi oral. Kehamilan, proses persalinan, atau sering mengangkat beban
berat juga mengakibatkan peningkatan tekanan pada vena di bawah tubuh.
Pembesaran rahim akan menekan pembuluh darah dan menambah beban pada kaki.
Sirkulasi darah tidak lancar, dan cenderung terjadi pembendungan di kaki, vagina,
atau dubur. Adanya pengaruh hormonal menyebabkan melemahnya otot dinding
pembuluh darah. Inilah yang kemudian mendorong terjadinya varises pada wanita
hamil.
B.
RUMUSAN MASALAH
-
Menjelaskan
tentang varises vulva
-
Gejala-gejala
varises vulva
-
Pengaruh
varises vulva pada proses persalinan
-
Tindakan
pencegahan dan pengobatan
C.
TUJUAN
-
Mengetahui
apa varises vulva
-
Mengetahui
gejala, tanda, serta faktor resiko varises vulva
-
Mengetahui
pencegahan dan penanganan varises vulva
BAB II
PEMBAHASAN
Varises adalah pembuluh
darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) yang melebar dan
berkelok atau melingkar akibat kelamin katup dalam pembuluh dara tersebut.
Biasanya varises terjadi pada tangan dan kaki, namun pada beberapa orang dapat
terjadi ditempat – tempat lain seperti pada lambung, rektum (usus besar dekat
anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kemaluan). Gatal – gatal atau
perubahan warna kulit menjadi kebiruan adalah ciri - ciri varises yang paling
mudah di kenali.
Varises vagina adalah
pembuluh darah yang terlihat menggembung di dinding vagina atau terasa
menggembung di dalam vagina itu sendiri. varises vulva adalah tonjolan vena
yang melalui kulit vulva atau "bibir" vagina baik kulit atau mukosa
di pintu masuk vagina. Kadang-kadang varises vagina / vulva bisa sangat besar,
membuat kulit vulva terlihat sangat abnormal. Pada umumnya varises tidak
menyebabkan gejala yang terlihat hanyalah penonjolan pembuluh darah di bawah
kulit atau mukosa. Pada varises vagina, pelebaran pembuluh darah akan terlihat
di bawah lapisan selaput lendir vagina. Pada sebagian penderita varises,
terutama varises pada kaki, kaki akan terasa berat, lelah dan nyeri yang
bertambah apabila ia banyak berdiri atau duduk. Gatal-gatal atau perubahan
warna kulit menjadi kebiruan juga merupakan ciri-ciri varises.
GEJALA VARISES VULVA
Biasanya si ibu atau dokter mendeteksi
dengana cara meraba vulva, jika terasa ada tonjolan maka bisa dipastikan ibu
hamil mengalami varises vulva. Ibu hamil mengeluh cepat lelah dan pusat. Pada
umumnya varises tidak menyebabkan gejala yang terlihat hanyalah penonjolan
pembuluh darah di bawah kulit atau mukosa. Pada varises vagina, pelebaran
pembuluh darah akan terlihat di bawah lapisan selaput lendir vagina. Pada
sebagian penderita varises, terutama varises pada kaki, kaki akan terasa berat,
lelah dan nyeri yang bertambah apabila ia banyak berdiri atau duduk.
Gatal-gatal atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan juga merupakan gejala
varises.
FAKTOR RESIKO
Ada banyak resiko (bukan penyebab) yang
dapat meningkatkan kemungkinan terjadi varises selama kehamilan yaitu faktor
keturunan, kegemukan (obesitas), sikap tubuh yang salah misalnya terlalu lama
duduk atau lama berdiri, penggunaan pil KB atau pengobatan dengan estrogen,
pemilihan pakaian hamil yang salah, misalnya terlalu ketat, hamil lebih dari
dua kali serta kehamilan diatas usia 40 tahun.
Varises di vagina dan rahim beresiko
terjadinya robekan pada saat persalinan. Dalam hal ini tindakan pembedahan
perlu dipikirkan untuk menghindari terjadinya resiko perdarahan. Dengan kata
lain dapat membahayakan yang menyebabkan kematian ibu.
Berujung Kematian Komplikasi varises
yang sering terjadi adalah gangguan pada kulit, diawali dengan rasa gatal,
kelainan berupa kulit kehitaman seperti eksim, dan timbul ulkus (luka terbuka)
pada permukaan kulit.Meski jarang terjadi, varises juga bisa berbahaya. Bila
ada bekuan darah yang lepas, kemudian terbawa aliran darah ke jantung dan paru,
jiwa bisa terancam. Komplikasi lain yang lebih sering terjadi adalah vena pecah,
tapi biasanya tidak mengakibatkan kematian sebagaimana pecahnya pembuluh nadi.
PENGARUH PADA PROSES PERSALINAN
Ibu hamil yang mengalami varises vulva /
vagina, masih dapat melalui persalinan normal. Namun apabila varises pada vulva
/ vaginan yang di derita cukup berat, biasanya dokter menyarankan tindakan
operasi sesar untuk meminimalisirkan resiko pecahnya dinding pembuluh darah
akibat trauma / laserasi jalan pada saat bayi lahir. Varises vulva / vagina
jika lambat terdeteksi dapat mengakibatkan perdarahan yang menyebabkan kematian
si ibu.
TINDAKAN PENCEGAHAN
Hingga ini belum ada alat khusus untuk
mencegah varises vulva pada ibu hamil. Namun bila ibu hamil rajin mengangkat
kaki dengan cara menaruhnya diatas bantal kala tidur – tiduran, sedikit banyak
bisa membantu memperlancar aliran darah. Cara ini terbukti dapat mengurangi
beban yang harus ditopang kaki. Hindari penggunaan sepatu, sebaiknya dengan hak
maksimal 2 cm agar aliran darah tak terlambat. Kemudian saat tidur, usahakan
jangan berbaring hanya dalam satu posisi untuk menghindari tekanan pada
pembuluh darah disatu tempat.
PENGOBATAN
Suntikan dengan obat – obat yang
menyumbat pembuluh darah tidak dianjurkan dalam kehamilan. Dapat pula diberikan
obat – obat untuk mencegah membesarnya varises. Obat – obat yang sering dipakai
ialah, venoruton, dan glyvernol.
KIAT
JITU TERHINDAR VARISES
Menurut sebuah hasil penelitian yang
dilakukan Framingham Heart Study saat mengamati kebiasaan hidup masyarakat
Massachusetts menyatakan bahwa faktor resiko varises sama besarnya dengan
penyakit jantung. Untuk itu, tidak ada salahnya jika Anda mencoba beberapa tips
berikut ini:
Ö Lakukan
olah raga secara teratur. Seperti bersepeda, berenang dan berjalan kaki.
Ö Tetap
menjaga berat badan agar senantiasa seimbang dan ideal dan hindari obesitas.
Ö Kurangi
penggunaan sepatu dengan hak tinggi
Ö Hindari
pemakaian pakaian dalam ketat sehingga vena terjepit.
Ö Mengkonsumsi
vitamin C dan E sesuai anjuran dokter.
Ö Untuk
mengurangi resiko varises, Anda di anjurkan menggunakan medical stocking selama
beraktivitas atau saat berolahraga
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Varises adalah pembuluh darah balik di kulit atau mukosa yamg melebar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah. Tanda dan gejala dari varises vulva di dapat dari data subjektif atau objektif .
Varises adalah pembuluh darah balik di kulit atau mukosa yamg melebar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah. Tanda dan gejala dari varises vulva di dapat dari data subjektif atau objektif .
Obat-
obatan yang dapat di berikan untuk mencegah membesarnya varises, yaitu
Venoruton, Varemoid, dan Glyvernol.
B. SARAN
DAN KRITIK
Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari para pembaca guna meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan datang.
Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari para pembaca guna meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
- Wiknjosastro,Hanifa.2002.Ilmu Kebidanan.Jakarta:YayasanBinaPustaka Sarwono Prawirohardjo
- - Obstetri
dan GinekologiFakultasKedokteran Pajadjaran Bandung. 1984. obstetri Patologi. ELSTAR OFFSET:Bandung
- http
: //www.Conectique.com/tips-solution/pregnancy/article.
- www.wikipedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar